Setiap negara memiliki cara yang berbeda dalam membangun sistem pendidikannya. Ada yang menekankan kemampuan akademik, ada yang lebih banyak memberikan ruang untuk kreativitas, sementara negara lainnya berusaha menggabungkan pendidikan dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, menyebut satu negara sebagai pemilik sistem pendidikan terbaik sebenarnya tidak sesederhana melihat peringkat. Salah satu gambaran yang sering digunakan untuk membandingkan kemampuan siswa secara internasional adalah PISA yang diselenggarakan oleh OECD. Dalam PISA 2022, kemampuan siswa usia 15 tahun dinilai dalam matematika, membaca, dan sains.
Singapura dan Performa Akademik yang Konsisten
Singapura menjadi salah satu negara yang paling menonjol dalam PISA 2022. Siswa Singapura mencatat skor rata-rata 575 untuk matematika, 543 untuk membaca, dan 561 untuk sains. Ketiga skor tersebut berada secara signifikan di atas negara dan sistem pendidikan lain yang ikut dalam penilaian tersebut.
Di matematika, 92% siswa Singapura mencapai setidaknya Level 2, sedangkan rata-rata OECD berada di 69%. Data ini menunjukkan tingginya proporsi siswa yang memiliki kemampuan dasar dalam menggunakan matematika untuk situasi sederhana di kehidupan nyata.
Jepang dan Korea Selatan
Jepang dan Korea Selatan juga termasuk sistem pendidikan yang menunjukkan performa kuat dalam PISA 2022. Keduanya termasuk dalam kelompok sistem pendidikan Asia Timur dengan hasil tinggi dalam matematika. Jepang juga termasuk kelompok dengan performa tinggi dalam membaca dan sains.
Di Korea Selatan, 84% siswa mencapai setidaknya Level 2 dalam matematika. Persentase siswa yang berada pada Level 5 atau 6 juga mencapai 23%, dibandingkan rata-rata OECD sebesar 9%.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan akademik siswa menjadi salah satu karakter yang menonjol dari sistem pendidikan di kedua negara tersebut.
Estonia dengan Hasil yang Menarik di Eropa
Estonia menjadi salah satu contoh dari Eropa yang menunjukkan performa cukup kuat. Dalam PISA 2022, Estonia mencatat skor 510 dalam matematika dan termasuk kelompok negara yang berada di atas rata-rata OECD dalam matematika, membaca, dan sains.
Estonia juga memiliki 13% siswa yang masuk kategori berprestasi tinggi dalam matematika, dibandingkan rata-rata OECD sebesar 9%. Hal ini membuat sistem pendidikan Estonia cukup menarik untuk diperhatikan dalam pembahasan pendidikan internasional.
Finlandia Tetap Menjadi Perhatian
Finlandia sudah lama sering dibicarakan ketika membahas pendidikan. Dalam PISA 2022, Finlandia masih termasuk 18 negara dan sistem pendidikan yang memperoleh hasil di atas rata-rata OECD dalam matematika, membaca, dan sains.
Dalam sains, Finlandia memiliki performa yang secara statistik sebanding dengan Kanada dan berada dalam kelompok sistem pendidikan dengan hasil tinggi.
Namun, hasil PISA juga menunjukkan bahwa skor bukan satu-satunya cara melihat keberhasilan pendidikan. Kondisi sosial, kesejahteraan siswa, pemerataan kesempatan belajar, dan tujuan pendidikan masing-masing negara juga perlu diperhatikan.
Apa yang Bisa Dipelajari?
Melihat berbagai sistem pendidikan tersebut memberikan gambaran bahwa tidak ada satu pendekatan yang harus diterapkan secara sama di semua negara. Setiap sistem berkembang berdasarkan kondisi masyarakat, budaya, kebijakan, dan kebutuhan masing-masing.
PISA 2022 menunjukkan bahwa 18 negara dan sistem pendidikan berada di atas rata-rata OECD dalam ketiga bidang utama yang dinilai, yaitu matematika, membaca, dan sains. Di dalam kelompok tersebut terdapat Singapura, Jepang, Korea, Estonia, Finlandia, Kanada, Australia, Denmark, Irlandia, Selandia Baru, dan beberapa negara lainnya.
Baca juga artikel menarik lain nya seperti : Dampak Diet Ekstrem bagi Tubuh
Menariknya, OECD juga mencatat bahwa performa rata-rata matematika di negara-negara OECD turun hampir 15 poin antara 2018 dan 2022, sementara membaca turun 10 poin. Perubahan ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan masih menghadapi tantangan besar setelah periode gangguan akibat pandemi.
Pada akhirnya, membandingkan sistem pendidikan bukan hanya soal mencari siapa yang berada di posisi teratas. Data tersebut lebih berguna jika digunakan untuk memahami pendekatan yang diterapkan berbagai negara dan melihat hal apa yang mungkin dapat dipelajari. Pendidikan yang baik bukan hanya tentang nilai ujian, tetapi juga tentang bagaimana sekolah membantu anak memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan kesempatan untuk berkembang.
